Nafsu Ammara (jiwa yang menyuruh kita berbuat keburukan)
Sewaktu saya duduk di bangku SMA sama mempunyai masalah dengan teman saya, karena dia sebagai teman saya telah mengkhianati saya dengan mendekati pacar saya, sejak saat itu saya menjadi sangat marah terhadapnya dan hingga saat ini saya masih menyimpan dendam terhadapnya bahkan sampai berniat berbuat jahat terhadapnya.
Nafsu lawwama (jiwa yang sesal)
Saya mempunyai teman yang suka membohongi orang tuanya, misalnya ia ijin kepada orangtuanya mau belajar kelompok, padahal ia pergi nonton bioskop bersama pacarnya, hal itu sering sekali ia lakukan, tetapi sempat ia menyesalinya karena ia merasa sejak ia sering membohongi orang tuanya ia menjadi sering sekali mendapat musibah, lalu ia berubah, sudah tidak pernah, membohongi orngtuanya lagi, namun tidak lama berselang, karena jiwa mudanya masih sangat kuat, ia kembali membohongi orangtuanya.
Nafsu Mulhama (jiwa yang telah terinspirasi)
Adik sepupu saya adalah orang yang sangat egois, dan ia pun menyadari bahwa itulah kelemahannya, selalu memikirkan dirinya sendiri, namun lambat laun ia berubah, karena ia mendengarkan suara hatinya yng berkata bahwa sebagai makhluk sosial yng tidak dapat hidup sendiri, ia harus pula memikirkan orang lain. Karena ia mengikuti suara hatinya tersebut, sekrang lambt laun ia sudah berubah menjadi lebih baik
Nafsu Mutma’inna (jiwa yang tenang)
Saya mempunyai seorang tman, namanya Dana. Ia orang sangat baik, sekalipun belum pernah saya melihat ia berbuat jahat, ia selalu berbuat jahat kepada semua orang, termasuk kepada orang yang tidak ia kenal. Ia pun sangat religius, dia bukan seorang muslim, melainkan nasrani, tetapi ia sangat rajin beribadah, setiap minggu tidak pernah lupa pergi ke gereja.
Nafsu Radiyya (jiwa yang bahagia atau senang)
Paman saya dibenci banyak orang, ada yang mengkritinya, tidk sedikit pula yang memfitnahnya. Tetapi respon darinya adalah menjalankan kritik dari orang lain dan menerima dengan lapang dada apabila di fitnah, yang ada dibenaknya hanyalah keridhoan dari Allah, karena ia membutuhkan Allah.
Nafsu Mardiyya (jiwa yng menyenangkan)
Seorang guru spiritual keluarga saya sudah menjalankan nafsu jenis ini yaitu nafsu Mardiyya. Yang mendominasi dalam dirinya adalah roh taqwa yaitu roh kebaikan. Dalam hidupnya ia hanya menyebarkan kebaikan kepada sesama.
Nafsu Saffiya (jiwa yang murni)
Seorang guru fisika say sewaktu saya duduk di bangku Sekola Menengah Pertama hidupnya sangat terinspirasi oleh Allah, sampai-sampai apa yang iya ajarkan mengenai ilmu fisika selalu dilengkapi dengan ilmu-ilmu agama. Ia pun sosok yang sangat sabar, namun tak jarang mengajarkan kami untuk lebih dekat dengan Tuhan. Tidak sekalipun saya pernah melihatnya marah. Ia juga sosok yang mencintai sesama makhluk tuhan.
Wednesday, September 2, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment