Wednesday, September 2, 2009

economy assignment

SISTEM EKONOMI
1. Pengertian
Sistem ekonomi adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran
2. Macam-macam sistem ekonomi
a. Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi di mana kegiatan ekonominya yang masih sangat sederhana
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah
1) masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan,
2) tanah merupakan sumber kehidupan,
3) belum mengenal adanya pembagian kerja,
4) pertukaran secara barter,
5) tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan.
b. Sistem ekonomi adalah sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya diatur oleh pusat.
Ciri-ciri ekonomi komando adalah
1) semua sumber dan alat produksi dikuasai negara,
2) hak milik perorangan atas alat dan sumber produksi tidak ada,
3) kebijakan perekonomian sepenuhnya diatur pusat
4) Pembagian kerja diatur negara,
5) Masyarakat tidak dapat memilih jenis pekerjaan.
c. Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi yang sepenuhnya dilaksanakan oleh wisata, dan pemerintah hanya mengawasi jalannya perekonomian.
Ciri-ciri ekonomi pasar adalah
1) sumber dan alat produksi dikuasai oleh swasta,
2) rakyat diberi kebebasan mengatur sumber dan alat produksi
3) munculnya persaingan antarpengusaha
4) dalam masyarakat terdapat pembagian kelompok-kelompok, yaitu pemilik faktor produksi dan pekerja / buruh
d. Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi komando dan pasar, berikut ciri-ciri ekonomi pasar.
1) Alat produksi yang vital dikuasai negara
2) Alat produksi yang kurang penting dikelola swasta
3) Perekonomian dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat
4) Hak milik diakui sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umum

cultural anthropology assignment

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang terdiri dari banyak suku budaya dan bersifat majemuk. Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan yang dimiliki bangsa Indonesia sedari dulu. Bhineka Tunggal Ika itu sendiri memiliki makna walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Masyarakat Indonesia juga diajarkan agar dapat saling menghargai dan menghormati serta bertoleransi antar suku budaya yang berbeda tersebut. Maka dari itu, kedamaian dan perbedaan yang kita miliki tidak akan menjadi suatu kekurangan untuk bangsa kita,tetapi perbedaan tersebut dapat menjadi nilai tambah untuk Bangsa Indonesia.

1.2 Perumusan Masalah

Atas dasar latar belakang tersebut diatas maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
“Bagaimana penerapan budaya modern yang supraetnis sebagai budaya bangsa?”



1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui teori-teori yang berhubungan dengan “Budaya modern yang supraetnis sebagai budaya bangsa”.
2. Untuk menganalisa fakta-fakta yang terjadi dalam masyarakat yang berhubungan dengan “Budaya modern yang supraetnis sebagai budaya bangsa”



Bab II


KERANGKA TEORI

2.1 Definisi Antropologi

Antropologi adalah hal yang menekankan pada nilai-nilai budaya yang ada di balik interaksi serta pada gejala-gejala social lain yang ada di tengah-tengah masyarakat. Antropologi juga dapat didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan social yang masih muda usianya dan baru lahir di tengah-tengah dunia ilmu pengetahuan pada pertengahan abad ke-19.
Antropologi menggunakan pendekatan metode kualitatif dalam melakukan observasi di lapangan secara berkesinambungan atau dilakukan secara terus menerus dalam mengkaji suatu peristiwa atau fenomena yang terjadi dalam masyarakat.


2.1.1 Definisi Etimologis

Antropologi berasal dari bahasa yunani, yaitu antropos dan logos. Antropos memiliki arti manusia dan logos artinya ilmu.
Secara harafiah, dalam bahasa yunani, kata antropos “manusia” dan logos berarti “studi”. Jadi,antropologi merupakan suatu disiplin yang berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada henti-hentinya tentang umat manusia.



2.1.2 Definisi Konseptual

- ( Menurut Ralph Linton, 2004:2)
Antropologi adalah ilmu manusia atau the study of man.

- ( Menurut Haviland,1985)
Mengatakan bahwa antropologi sebagai studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan memperoleh pengertian lengkap tentang keanekaragaman manusia.

- ( Menurut Ariyono Suyono, 1985)
Antropologi adalah ilmu yang berusaha mencapai pengertian tentang makhluk manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik, kepribadian, masyarakat serta kebudayaannya.

-(Menurut Koentjaraningrat,1990)
Ilmu antropologi memperhatikan lima masalah mengenai makhluk manusia, yaitu:
1. Sejarah terjadinya perkembangan manusia sebagai makhluk biologis
2. Sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia, dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya
3. Persebaran dan terjadinya aneka warna bahasa yang diucapkan oleh manusia di seluruh dunia.
4. Perkembangan, persebaran, dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia di seluruh dunia.
5. Dasar-dasar dan aneka warna kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat dan suku-suku bangsa yang tersebar di seluruh bumi zaman sekarang ini.


2.1.3 Definisi Operasional

Antropologi adalah hal yang mempelajari tentang masyarakat dan mengkaji keterkaitan berbagai gejala yang ada di masyarakat, atau dengan kata lain dalam melakukan penelitian di masyarakat kedua ilmu ini sangat jarang melihat gejala-gejala social yang ada secara terpisah-pisah atau berdiri sendiri-sendiri.
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia, masyarakat pada umumnya dengan mempelajari bentuk badan atau jasmani manusia dan juga kebudayaannya.


2.1.4 Instrumen variable konsep teori Antropologi

Variabel konsep teori Dimensi Indikator
1. Ilmu 1.Pengetahuan
2.Sistem
A 3.Intelektualitas
N 4.Pendidikan
T 5.Pembelajaran
R 2. Sistem 1. Struktur
O 2.Organisasi
P 3.Fungsional
O 4.Proses
L 5.Prosedur
O 3. Fakta 1.Fenomena
G 2.Kenyataan
I 3.Peristiwa
4.Kejujuran
5.Kebenaran
4. Kebudayaan 1.Sistem
2.Sejarah
3.Kultur
4.Adat


2.2 Teori Kebudayaan

2.2.1 Definisi kebudayaan secara etimologis

Kata kebudayaan berasal dar kata Buddhayah dalam bahsa Sansekerta, yaitu bentuk jamak dari Buddhi yang berarti budi atau akal. Kata culture berasal dari bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kebudayaan. Kebudayaan juga berasal dari bahasa latin yaitu kata Colere yang artinya mengolah atau mengerjakan. Sehingga munculah sebuah pengertian bahwa kebudayaan adalah segala upaya atau usaha manusia untuk mengolah tanah dan merubaha alam.
Secara sederhana, kebudayaan juga dapat diartikan sebagai hal –hal yang bersangkutan dengan akal. Ada beberapa teori yang berpendapat bahwa `budaya` merupakan perkembangan dari kata budi dan daya.


2.2.2 Definisi Kebudayaan secara Konseptual

2.2.2.1 Ilmu Antropologi
Kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar.
(Koentjaraningrat,1990:180)

2.2.2.2 E.B Taylor ( 1871)
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan kepercayaan, kesenian, moral hokum, adat istiadat dan kemampuan lainnya serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
(Soekanto Soerjono, 1990:172)

2.2.2.3 Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
(Soekanto Soerjono,1990 : 173)

2.2.2.4 Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan adalah buah budi manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
(Dwiyono Agus, 2002 :24)



2.2.2.5 Drs. Agus Dwiyono dkk
Kebudayaan adalah hasil karya pemikiran manusia yang dilakukan secara sadar dalam hidup bermasyarakat.
(Dwiyono Agus, 2002:24)

2.2.2.6 M. Jacobs dan B.J.Stern
Dalam bukunya General Anthroplogy menulis bahwa kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk tekhnologi social, ideology , religi, dan kesenian serta benda (kebudayaan) yang semuanya itu merupakan warisan social.
(Bumi Aksara, 2004 :149)

2.2.2.7 Prof. Takdir Alisyahbana
Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir. Bagi Takdir, pengertian kebudayaan amatlah luas, sebab semua laku dan perbuatan dapat dipulangkan pada hasil dari cara berpikir. Perasaan bagi Takdir masuk pikiran juga.
(Bumi Aksara, 2004 : 149)

2.2.2.8 Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
(Bumi Aksara, 2004: 149)

2.2.2.9 Ralph Linton
Dalam bukunya, The Cultural Background of Personality, mengemukakan definisi kebudayaan bahwa, suatu kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku yang unsur-unsur penentuannya dimiliki bersama dan dilanjutkan oleh anggota masyarakat tertentu.
(Bumi Aksara, 2004 : 149)




2.2.3 Definisi secara operasional

Kebudayaan adalah suatu kemajuan dari evolusi atau proses kesejarahan. Kebudayaan juga merupakan suatu yang fungsional dan terkait, konfigurasi kepribadian, dan merupakan suatu kognitif system, system yang terstruktur , system-sistem symbol dan suatu system adaptasi.
Secara operasional, kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai keseluruhan system pengetahuan , dan hasil karya yang menjadi landasan atau pedoman acuan terwujudnya perilaku manusia serta yang meliputi wujud dari kebudayaan itu sendiri.




2.2.2.4 Instrumen variable konsep teori kebudayaan

Variabel konsep teori Dimensi Indikator
1. Sistem 1.Struktur
2.Organisasi
K 3.Fungsional
E 4.Proses
B 5.Prosedur
U 2.Simbol 1.Tanda
D 2.Lambang
A 3.Logo
Y 4.Gambaran
A 5.Citra
A 3.Evolusi 1.Perubahan
N 2.Perkembangan
3.Kemajuan
4.Zaman
5.Waktu
4.Sejarah 1.Masa lalu
2.Tokoh
3.Peristiwa
4.Zaman
5.Perubahan


2.3 DEFINISI MASYARAKAT
2.3.1 Definisi Masyarakat secara Etimologis
Masyarakat berasal dari kata dalam bahasa latin Socius yang berarti kawan / sekelompok. Dalam bahasa inggris disebut Society. Masyarakat sendiri berasal dari akar kat bahasa Arab, Syaraka yang berarti ikut berpartisipasi.
2.3.2 Definisi Masyarakat secara konseptual
2.3.2.1 Menurut Wikipedia, Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup, dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
2.3.2.2 Menurut Syaikh taqyudin An- Nabhani, sekolompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki perasaan, pemikiran, serta sistem / aturan yang sama.
2.3.2.3 Menurut Drs. Sidi Gazalba, Masyarakat adalah interaksi manusia dengan manusia, hidup berkelompok dan dalam masyarakat teratur, pemeliharaan interaksi yang teratur dalam kelompok. Masyarakat merupakan pergaulan antara manusia dengan kelompok.
2.3.2.4 Menurut Wikipedia, “ Society is a grouping of individuals characterized By common interest may have distinctive culture and institutonals. Member of a society maybe from different ethnic group. “ Masyarakat adalah sekelompok individu dengan memiliki beragam kebudayaan dan institusi. Anggota dari masyarakat berasal dari sekelompok suku bangsa yang berbeda-beda”.
2.3.2.5 Masyarakat adalah apabila anggota suatu kelompok, baik kelompok itu besar atau kecil, hidup bersama sedemikian rupa sehingga merasakan bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kepentingan-kepentingan hidup utama. Kriteria utama bagi suatu masyarakat adanya social relationship antar anggota suatu kelompok ditandai oleh satu derajat hubungan social tertentu.

2.3.3 Definisi masyarakat secara operasional
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang melakukan interaksi dengan manusia lainnya yang memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem yang sama. Hidup berkelompok dalam masyarakat yang teratur dan terdiri dari individu dari berbagai suku bangsa an budaya.

2.3.4 Instrumen Variabel konsep teori masyarakat
Variabel Konsep Teori Dimensi Indikator
Masyarakat 1.Manusia - Ciri fisik
- Kebutuhan hidup
- Peraturan-peraturan

2. Budaya - Norma
- Adat istiadat
- Ide atau gagasan


BAB 111
BUDAYA MODERN YANG SUPRAETNIS SEBAGAI BUDAYA BANGSA

Pendahuluan
Perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi dalam hampir semua aspek kehidupan dewasa ini memerlukan suatu pemikiran yang menyeluruh mengenai budaya. Era kita sekarang, yang lebih terkenal denga sebutan era globalisasi, menurut salah satu pemahaman telah menyatukan seluruh umat manusia dalam satu dunia (global waming) di mana tembok-tembok pemisah, baik secara alami maupun buatan, mulai memudar berkat kemajuan di bidang komunikasi dan transportasi. Implikasi semua perubahan yang terjadi dalam era globalisasi sekarang ini terlihat dalam perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap budaya bangsa yang terdapat di dunia. Ada yang menyBatakan bahwa budaya global (global culture) telah lahir. Pengertian globalisasi merupakan sesuatu yang masih samar-samar atau bahkan sama sekali asing, walaupun dalam beberapa bidang kehidupan mereka sehari-hari, pegaruh globalisasi yang berupa kemudahan-kemudahan sudah tertancap dalam-dalam dan tanpa kemudahan-kemudahan, mereka juga dikenal sebagai era serba-ketergantungan (interdependency) yang menggambarkan bahwa suatu negara atau bangsa tidak akan mungkin menghindari hubungan dengan negara-negara atau bangsa-bangsa lain demi mempertahankan eksistensinya. Dalam era globalisasi dewasa ini, Negara atau bangsa “terjerat” dalam suatu ketegangan sebagai akibat ketrgantungannya pada Negara atau bangsa lain dan keinginannya untuk mempertahankan kemandirian serta identitasnya sendiri di antara Negara-negara atau bangsa-bangsa lain. Kedua kekuatan ini sama-sama didasari oleh motif mempertahankan eksistensinya sebagai suatu Negara dan Negara. Suatu Negara “harus menggantungkan” dirinya pada bangsa-bangsa lain demi eksistensinya di satu pihak dan di pihak lain dia harus pula mempertahankan kemandiriannya, juga demi eksistensinya. Di samping pendapat yang berkata bahwa era nasionalisme dan Negara bangasa (nation-state) sebagai perwujudan budaya bangsa sudah lewat masih ada pendapat yang berkata bahwa nasionalisme atau budaya nasional masih hidup tegar dan masih banyak pendukungnya.
Dengan gambaran singkat di atas sebagai latar belakang pembicaraan kita tentang pengembangan budaya Indonesia berdasarkan persyaratan-persyaratan lain yang harus dipenuhinya agar dia dapat mempertahankan eksistensinya.

1. Budaya-budaya Etnis sebagai Latar Belakang Budaya Nasional

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terbentuk dari berbagai suku, ras, bahasa, budaya, dan agama. Indonesia disebut juga Nusantara, karena mendiami ribuan pulau, baik besar maupun kecil, yang tersebar luas di suatu kawasan. Secara geografis, Indonesia terletak pada posisi strategis, yakni di antara dua benua dan dua samudra. Indonesia merupakan negeri yang kaya karena terdapat aneka budaya etnis, aneka jenis flora dan fauna, serta sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu, Indonesia menjadi inceran bangsa-bangsa lain selama ratusan tahun lamanya.
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang pluralistik. Hal ini terlihat dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam UUD 1945, bangsa kita pun membuat suatu pernyataan bahwa:
“Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya.
Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah di seluruh Indonesia terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju kearah kemajuan abad, budaya persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan dan memperkaya kebudayaan sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.”
Kenyataan memperlihatkan bahwa budaya etnis belum mati dan masih dipertahankan serta dikembangkan oleh para pendukungnya. Budaya etnis dipertahankan karena masih berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, adat perkawinan suku-suku yang terdapat di seluruh Indonesia. Bagi orang Batak, upacara perkawinan belum lengkap kalau belum dilaksanakan secara adat Batak.
Budaya-budaya daerah pernah mendapat pengaruh dari agama dan budaya asli Indonesia, Hindu, Budha, Islam, dan Kristen, selain pengaruh budaya-budaya modern. Pengaruh ini memberikan persamaan yang berbeda-beda kadarnya (dan juga perbedaan-perbedaan) pada budaya-budaya tang berbeda.

2. Dimana Kita Sekarang

Sejak 17 Agustus 1945, kelompok etnis mengaku bahwa mereka telah menjadi satu bangsa yang tergabung dalam satu Negara kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Sejak 17 Agustus 1945, salah satu syarat yang sangat diperlukan untuk eksistensi suatu bangsa yaitu keinginan bersatu dan rasa persatuan kesatuan. Selain itu, Pancasila sebagai ideologi bangsa juga sudah selesai dirumuskan dan disepakati, sehingga tugas selanjutnya adalah mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan pembanguna untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Namun, banyak pihak yang mencoba mengganti landasan dasar Negara sehingga kita banyak menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, dan dana untuk mengatasinya.
Kehidupan bangsa Indonesia sudah jauh berbeda sejak proklamasi sampai dengan era orde baru sekarang ini. Di bidang ideologi, bangsa Indonesia sudah sepakat bahwa satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah Pancasila.

3. Budaya sebagai pemersatu bangsa

Ada dua perspektif budaya yang perlu ditinjau, yaitu perspektif ke dalam dan ke luar. Perspektif kedalam menyangkut peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa melalui pengembangan budaya yang bercorak nasional yang supraetnis. Perspektif ke luar meningkatkan kemampuan budaya Indonesia yang modern untuk menghadapi budaya lain serta tantangan dan juga agar dapat menggunakan peluang yang terdapat dalam era globalisasi demi eksistensi bangsa Indonesia dan demi meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Salah satu yang hendak dicapai melalui persatuan dan kesatuan bangsa adalah stabilitas yang merupakan salah satu prasyarat untuk menjalankan pembangunan. Yang dimaksud adalah hendaknya jangan diartikan hanya daru segi keamanan saja, tetapi juga dari aspek lain (politik, ekonomi, hokum, sosial, budaya, dan lain-lain).

3.1 Budaya Nasional yang supraetnis

Budaya dalam arti luas adalah semua yang dilakukan manusia dalam suatu kelompok untuk menciptakan kehidupan yang tujuan akhirnya memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada setiap kelompok yang bersangkutan.
A.L Kroeber dan C. Kluckhon mencatat adanya 160 rumusan budaya. Hal yang perlu dicatat adalah aspek non material dan aspek material. Aspek material mengacu pada benda-benda konkret yang dihasilkan masyarakat. Aspek non material mengacu kepada ciptaan yang abstrak yang dihasilkan oleh masyarakat, seperti hokum, adat, nilai, kepercayaan. Selalu ada unsure yang selalu hadir dalam setiap budaya yang disebut semesta kebudayaan.

Koentjaraningrat 1985:
1. Sistem religi dan keagamaan
2. Organisasi kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Sistem bahasa
5. Sistem kesenian
6. Sistem mata pencaharian
7. Sistem teknologi dan peralatan hidup

Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah aspek pemersatu bagi budaya yang bersangkutan. Dengan kata lain budaya bersifat inklusif dan intergratif. Dan pada zaman ini, orang telah berbicara tentang budaya global dan budaya transnasional.
Jika hal tersebut dipakai untuk meninjau budaya etnis yang terdapat di Indonesia maka semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus diberi pengertian yang dinamis dan bukan statis untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, yaitu Tunggal Ikanya di antara seluruh rakyat Indonesia yang pluralities itu.
Upaya yang perlu dilakukan untuk mempertahankan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui budaya ialah memberi warna, corak atau muatan nasional kepada unsur-unsur tertentu dari budaya etnis. Dengan menjadikan unsure tersebut sebagai budaya yang tidak terpisahkan dari budaya nasional, menjadikannya bagian dari budaya nasional sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmatinya dan memiliki rasa memilikinya. Contohnya : Anne Avantie menggabungkan seni batik khas Indonesia dengan design-design modernnya, sehingga orang Indonesia tidak malu lagi untuk memakai batik di berbagai event.
Penciptaan sastra nasional dan bahasa pemersatu Indonesia sangat besar perannya dalam menumbuhkan rasa kepemilikan budaya bersama. Di dalam hal ini, peran Bangsa Indonesia dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan perlu disadari dan dimanfaatkan sebesar-besarnya. Bahasa Indonesia menjadi aspek yang sangat penting sebagai alat untuk menjalankan semua aspek kehidupan modern Indonesia. Disamping itu bahasa Indonesia juga sebagai identitas bangsa. Kesadaran bangsa Indonesia untuk memakai bahasa ibu atau bahasa Indonesia menjadikan bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa.

3.2 Budaya Modern Nasional yang Supraetnis
Sultan Takdir Alisjahbana menggangap budaya modern sebagai budaya yang progresif dan dikuasai oleh ilmu teknologi. STA mengingat jika kita tidak mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya modern dan tetap berpegang pada budaya tradisional Indonesia, maka cepat atau lambat Indonesia akan dikalahkan oleh bangsa-bangsa lain yang lebih modern. Mental bangsa Indonesia yang seperti inilah yang membuat bangsa Indonesia dijajah oleh beberapa negara.
Koentjaraningrat, seorang pakar antropologi dan budaya juga melihat banyak hal dalam budaya tradisional Indonesia yang dapat menghambat pembentukan-pembentukan nilai-nilai budaya modern Indonesia.
Kesadaran serta keinginan kita untuk mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya modern dalam arti bahwa dalam budaya tradisional atau asli, perubahan-perubahan perlu diterapkan, baik dalam nilai, mentalitas, merupakan bagian dari semacam aksioma bahwa budaya harus berubah dan perubahan itu sulit ditentang. Kiranya kita perlu memperhatikan sadar iptek seperti yang diungkap oleh Like Wilardjo. Sadar iptek ialah sadar bahwa iptek itu ada.
1. tantangan budaya
2. dialetik
3. ada yang bersifat transaintik

selain budaya yang supra etnis didalamnya terdapat budaya yang supraetnis yaitu hasil ciptaan bangsa Indonesia dalam menjawab tuntutan kehidupan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Unsur budaya supraetnis berasal dari unsure budaya yang etnis setelah diberi warna dan muatan nasional sehingga daya cakupannya lebih luas dari daya cakup budaya etnis. Unsur budaya supra etnis juga berasal dari budaya llain yang membantu terciptany budaya modern Indonesia


BAB IV

4.1 Kesimpulan

Indonesia adalah Negara yang terdiri dari berbagai budaya, berbagai etnis, ras, agama, dan adapt istiadat yang disatukan oleh satu visi bersama agar terwujud persatuan dan kesatuan. Ragam budaya yang kita miliki jangan dijadikan jurang pemisah,h melainkan harus dijadikan cirri khas bagi Bangsa Indonesia yang dikenal bangsa lain. Karena bangsa Indonesia terdiri dari beberapa etnis, unsure itu menjadikannya bagian dari kebudayaan nasional sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmatinya. Tidak hanya suku yang bersangkutan saja, tetapi pada akhirnya mempunyai hubungan rasa satu sama lain.

4.2 Saran

Oleh karena kita berbeda, toleransi adalah kunci utama. Perbedaan yang kita miliki tidak boleh dijadikan alasan perpecahan, melainkan dijadikan keunikan yang menjadikan kita bersatu. Disamping itu, kita pun harus menyaring budaya asing yang masuk agar budaya asli kita tidak luntur seiring berjalannya waktu.

indonesian economic system assignment

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OPEC di Riyadh, Arab Saudi, berakhir Ahad (18/11). Namun, forum tertinggi negara-negara pengekspor minyak itu meninggalkan pekerjaan rumah yang membuat ekonomi dunia berguncang.
Rencana negara-negara anggota OPEC mengganti mata uang transaksi minyak dari dolar AS ke Euro. Namun, dolar AS langsung terkoreksi hebat saat usul yang diusung Iran itu menjadi perdebatan di forum. Begitu ada isu penggantian mata uang dollar AS itu, maka langsung pada perdagangan valuta asing, kurs dolar AS merosot terhadap 14 diantara 16 valuta yang ditransaksikan. Dolar AS terkoreksi terhadap hampir seluruh mata uang dunia, sehingga muncul pemikiran untuk mematok mata uangnya. Di kawasan regional, dolar AS hanya menguat terhadap Rupiah dan mata uang China. Rupiah pun terkoreksi 20 poin terhadap dolar AS.
Seperti diberitakan, tuntutan menggusur dolar AS diperjuangkan kelompok negara anti-AS yang dipelopori Iran dan Venezuela. Mereka menuntut penggantian dolar dengan mata uang yang lebih berharga, seperti Euro. “Mereka dapat minyak, tetapi kita dapat kertas-kertas tak berharga,” tegas Mahmoud Ahmadinejad saat mengungkapkan alasannya.
Itulah sebagian fakta perekonomian dunia yang kini didominasi oleh mata uang kertas baik Dolar AS atau Euro. Pengalaman membuktikan, bahwa kondisi ekonomi yang kita rasakan sangat tidak menentu ini, benar-benar dikendalikan oleh standar mata uang Dolar AS. Pertanyaannya, kenapa harus Dolar AS ?
Seperti kita pahami, bahwa uang dalam sistem ekonomi Kapitalis yang kita terapkan ini telah dijadikan ”komoditas” untuk diperjualbelikan layaknya barang dagangan. Maka, pantas saja kalau mata uang sewaktu-waktu dapat berubah, apakah naik ataupun turun.
Untuk mengatasi posisi uang yang kini berubah menjadi “komoditas” dan telah menyeret bangsa Indonesia dalam jurang krisis ekonomi berkepanjangan, maka perlu adanya perubahan standar mata uang, maka penggunaan Dinar dan Dirham sebagai pengganti uang kertas merupakan pilihan yang logis. Pemaksaan penggunaan dolar sebagai patokan bisnis modern saat ini, merupakan bentuk penipuan primitif oleh AS. Nilai uang kertas dipaksa melalui undang-undang, sehingga nilai dolar dan rupiah bisa berbeda. Dengan alasan itu, penggunaan kembali Dinar dan Dirham bisa mengatasi masalah perbedaan tersebut. Dinar dan dirham bukan pilihan, tetapi keharusan.
Seperti diketahui, Dinar adalah sebentuk koin yang terbuat dari emas 22 karat seberat 4,25 gram, sedangkan Dirham adalah koin yang terbuat dari perak seberat 3 gram. Dinar dan Dirham merupakan alat transaksi jual beli era kemunculan Islam di Arab sekitar 14 abad yang lalu. Emas dan perak merupakan satu-satunya alat transaksi yang adil, sebelum digunakannya uang kertas.
Sebenarnya pada tahun 1922, Amerika Serikat (AS) mengeluarkan uang kertas 10 dolar sebagai pengganti Dinar dan Dirham. Tetapi pada uang kertas tersebut, masih dicantumkan adanya koin emas sebagai bukti sah. Artinya uang kertas tersebut, sebenarnya hanya sebagai ”pengganti” dan jaminan nilainya sama dengan emas. Tetapi pada tahun 1934, AS mengeluarkan lagi mata uang baru, tetapi sama sekali tidak mencantumkan adanya koin emas sebagai bukti sah transaksi. Sejak itu, nilai mata uang mulai tidak stabil di pasaran dunia selama sepuluh tahun. Pada tahun 1944, AS menyatakan hanya mata uang dolar yang diikat dengan emas, sedangkan mata uang dari negara lain tidak diperbolehkan. Ketetapan itu dikeluarkan oleh Bank Dunia yang akhirnya memonopoli peredaran uang. Setelah itu, pada tahun 1971, Presidan AS kala itu, Nixon, menyatakan bahwa sistem emas tidak lagi berlaku sebagai alat transaksi. Sebagai gantinya diberlakukan mata uang dolar dalam bentuk kertas, tanpa lagi mencantumkan emas sebagai nilai pengikat kertas tersebut. Mulai disinilah terjadi floating rate system sehingga nilai mata uang negara lain terhadap dolar berbeda-beda. Termasuk pula rupiah yang terus tertekan.
Indonesia, sebagai negera Muslim terbesar seharusnya mengadopsi Dinar sebagai mata uang resmi. Dengan demikian, basis ekonomi negara dapat menjadi kuat dan tidak terombang-ambing inflasi. Pentingnya penggunaan Dinar, sistem perekonomian sebuah negara tidak akan mudah guncang dengan terpaan-terpaan faktor eksternal. Sebagai gambaran, dengan menjadikan dolar AS atau Euro sebagai cadangan devisa dan alat transaksi perdagangan di Indonesia maka gerak ekonomi nasional berada dalam lingkaran belenggu permintaan dan penawaran kedua mata uang itu. Jika kedua negara penghasil uang itu 'bermain-main', ekonomi kita menjadi rentan seperti krisis di 1997 dan 1998. Untuk menghindari spekulasi permainan itu, rasanya Indonesia sudah harus memilih jalan tengah ini untuk memantapkan stabilitas moneter nasional dan menjauhi area ketergantungan dari sistem moneter 'kertas'.
Fakta dan data diatas adalah sesuatu yang kita rasakan sehari-hari, yang berakibat kepada kondisi kehidupan ekonomi yang tidak pernah menentu. Masalah mendasar dari semua itu, bukan hanya dengan mengganti sistem mata uang dari Dolar AS atau Euro ke Dinar atau Dirham, akan tetapi perlu perubahan revolusioner dari sistem ekonomi-nya, dari ekonomi kapitalis-liberal kepada sistem ekonomi Islam. Dinar yang diberlakukan pada sistem ekonomi seperti sekarang, ibarat ikan yang hidup di darat. Artinya, hanya bisa bernafas sebentar, tapi akan selalu tersesak-sesak.
Wallahu a’lam bish showaab!
Nextttttttttttttttttttttttt

Menjelang akhir tahun 2008 ini dunia dikejutkan oleh jatuhnya harga saham di berbagai bursa utama di seluruh dunia. Hal ini diakibatkan oleh jebloknya indeks saham utama di Amerika Serikat. Kejadian ini pada akhirnya memicu krisis keuangan di Amerika Serikat yang berdampak pada terjadinya inflasi besar-besaran di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan diprediksi krisis ini bisa berlanjut pada ancaman resesi global. Bagaimana krisis ini bisa terjadi? Dan kenapa dampaknya langsung terasa di seluruh dunia?
Sebenarnya krisis ekonomi seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Apa yang terjadi merupakan ulangan dari peristiwa serupa pada Oktober 1987, tatkala indeks harga saham di New York turun 22 % dalam sehari. Atau sebagai ulangan dari peristiwa yang terjadi pada tahun 1929 ketika jatuhnya nilai saham di Amerika telah menimbulkan depresi ekonomi yang sangat parah. Buku-buku sejarah senantiasa menyebut peristiwa itu sebagai “Depresi Besar” (The Great Depression) yang telah menyebabkan terus berlanjutnya kemelaratan, kelaparan, dan kesengsaraan. Krisis ini tidak teratasi, kecuali setelah keluarnya keputusan Presiden Roosevelt untuk menerjunkan Amerika ke dalam kancah Perang Dunia II dan membangkitkan perekonomian Amerika dengan cara memproduksi kebutuhan-kebutuhan perang yang sangat besar. Sebetulnya pola yang sama dilakukan pula oleh Bush Yunior ketika menerjunkan Amerika Serikat ke dalam perang melawan Afganistan, yaitu salah satunya untuk menutupi krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat dan dunia akibat diterapkan sistem ekonomi yang kapitalistik.
Sistem ekonomi kapitalisme dengan krisis keuangan ibarat dua muka uang logam yang tidak pernah bisa dipisahkan. Harry Shutt dalam bukunya, Runtuhnya Kapitalisme (2005) menyebutkan bahwa kapitalisme kini sedang mengalami “gejala-gejala utama kegagalan secara sistematik”. Hal ini ditandai dengan semakin lesunya pertumbuhan ekonomi dan semakin seringnya krisis keuangan. Gejala kegagalan sistematik ini memang merupakan suatu kecacatan yang dimiliki oleh Kapitalisme dari mulai kelahirannya, gejala ini sangat fatal sehingga diperlukan bukan hanya perbaikan kulit tetapi perombakan total dan menggantinya dengan suatu sistem yang sama sekali baru (Jerry Mander dkk, 2004).
Di antara sekian banyak kecacatan kapitalisme, ada dua cacat yang paling terasa yang dibawa sistem Kapitalisme. Pertama adalah konsep pengembangan ekonomi sektor non-real. Dalam dunia ekonomi sekarang ini, ada dua jenis kelompok transaksi.Jenis transaksi pertama adalah perdagangan barang dan jasa yang sebenarnya. Transaksi ini berkaitan dengan pembelian barang, penjualan ataupun pelayanan jasa yang berkaitan dengan lingkup kerja dan keahliannya serta bersifat real (barang dan jasa secara langsung) sehingga disebut juga transaksi sektor real. Jenis transaksi ini telah dikenal selama berabad-abad.Jenis transaksi kedua adalah perkembangan baru dalam suatu transaksi, yaitu transaksi bisnis yang tidak secara langsung membuat barang dan jasa akan tetapi berspekulasi pada apa yang akan dilakukan, terkadang pada jenis transaksi yang pertama dan kadang-kadang hanya menyediakan modal untuk berspekulasi pada performa bisnis keseluruhan di suatu negara. Keuntungan pada jenis transaksi kedua ini diperoleh bukan melalui kegiatan investasi produktif (produksi barang dan jasa) akan tetapi dalam usaha pengembangan modal dengan dasar bunga (riba) pada spekulasi sektor keuangan (non-real). Sehingga bidang transaksi ini disebut juga transaksi sektor non-real dan kapitalisme membangun perkembangan ekonominya pada basis transaksi ini.
Pada sektor non-real, uang memiliki fungsi lain, bukan hanya alat tukar namun sebagai komoditi yang diperdagangkan. Dengan hanya menyimpan komoditi tersebut dan tanpa terlibat langsung dalam transaksi real, kita mampu melipat gandakan jumlahnya. Karenanya dapat dikatakan bahwa bunga (riba) tersebut adalah harga yang melekat pada uang sebagai komoditi (El-Diwany, 2003). Jenis-jenis transaksi seperti ini adalah kredit perbankan dan jual-beli surat berharga seperti saham dan obligasi.
Sistem ekonomi yang berbasis sektor non-real berpotensi besar untuk runtuh. Bila sektor ini memiliki angka transaksi lebih besar dari angka transaksi real atau disebut sebagai “bubble economy” maka perubahan harga yang sangat kecil saja pada transaksi sektor real akan berakibat sangat besar baik menguntungkan atau merugikan bagi pelaku transaksi non-real. Jika suku bunga tinggi, kecenderungan untuk menyimpan uang di sektor keuangan (non-real) sangat tinggi yang mengakibatkan bertambahnya “hot money” yang ada pada suatu negara dari investasi modal asing. Hal ini tentu saja dapat menambah cadangan devisa negara, menguatkan nilai tukar dan menstabilkan harga-harga. Akan tetapi bagaimana bila “hot money” tersebut terlalu besar sehingga memberatkan bank itu sendiri (karena pembayaran bunga untuk modal tersebut yang sangat besar dan tidak mampu dibayar) sedangkan transaksi real yang terjadi yaitu ekspor sangat rendah dan impor sangat tinggi? Ketika hal ini terjadi, negara itu ibarat berdiri di atas tanduk. Tatkala penarikan “hot money” oleh investor terjadi secara besar-besaran maka negara tersebut akan kehilangan cadangan devisa, jumlah mata uang sendiri dalam negara tersebut akan melonjak tiba-tiba (dikarenakan penarikan uang oleh investor asing memerlukan penukaran terhadap mata uang internasional atau diistilahkan dengan `beli dolar`) dan harga-harga barang dan jasa dalam negeri akan melambung tinggi yang akhirnya menjadikan negara tersebut mengalami inflasi.
Kecacatan kedua yang dimiliki oleh sistem kapitalisme adalah konsep uang kertas (fiat money). Fiat money adalah uang kertas yang secara legal diakui pemerintah melalui dekrit sebagai uang resmi, tapi tidak ditopang dengan logam mulia seperti emas dan perak (Hamidi, 2007). Uang kertas itulah yang sekarang digunakan oleh negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat. Sejak berakhirnya sistem Bretton Woods yang mengaitkan dolar dengan emas (1 ounce/28,35 gram emas = 35 dolar AS) pada tahun 1970-an, dolar AS tidak ditopang lagi dengan emas dan dapat berlaku hanya karena kepercayaan (trust) orang pada dolar. Seiring dengan dominasi kapitalisme AS, mata uang dolar kini menjadi salah satu mata uang kuat (hard currency) dunia yang digunakan sebagai standar nilai dan alat pembayaran dalam perdagangan internasional.
Sistem uang kertas ini merupakan salah satu akar kerapuhan kapitalisme. Betapa tidak, konsep uang kertas ini bila bergandengan dengan prinsip bunga (riba) sektor non-real akan membuat uang kertas selalu mengalami inflasi permanen (Hamidi, 2007). Nilai uang kertas Rp 10 juta saat ini tidak akan sama dengan uang kertas Rp 10 juta sepuluh tahun lagi. Sebab penjaminan bunga akan terus membuat nilai uang mengalami depresiasi, menurun nilainya terus menerus. Selain itu, dalam sektor non-real, keterjaminan mata uang kertas juga sangat bergantung pada nilai mata uang negara lain akibat konsep uang sebagai komoditi (rupiah dapat dijual terhadap dolar dan sebaliknya). Di samping itu uang kertas jauh dari nilai keadilan (fairness) lantaran nilai intrinsiknya tidak sama dengan nilai nominalnya. Ini jelas suatu yang tidak adil. Misalkan untuk mencetak uang dengan nilai nominal 1 dolar AS, diperlukan biaya yang besarnya hanya 4 sen dolar AS. Jadi nilai intrinsik uang 1 dolar sebenarnya hanya 4 sen dolar. Kalau kurs 1 dolar AS misalkan senilai Rp 10.000, berarti 4 sen dolar hanya sebesar Rp 400. Nah, sekarang kalau mau mencetak uang 100 dolar AS, berapa biaya produksi yang diperlukan? Jelas sekali tidak akan jauh berbeda dengan biaya mencetak uang 1 dolar AS.
Dari dua kecacatan diatas, dapat dilihat pada sistem Kapitalisme proses kenaikan harga suatu barang dan jasa ditentukan bukan oleh hukum permintaan dan penawaran (supply and demand) namun karena tingginya suku bunga perbankan dan terjadinya depresiasi mata uang terhadap mata uang lain. Dengan demikian, jelaslah bahwa krisis ekonomi global yang terjadi dulu dan saat ini bukanlah suatu musibah semata, melainkan suatu bukti kegagalan dan kebobrokan sistem ekonomi kapitalisme. Selama sistem ekonomi kapitalisme ini diterapkan, selama itu pula dunia akan terus terjerat dalam krisis berkepanjangan.

sociology assignment

Tipe-tipe Lembaga Kemasyarakatan

1. Ditinjau dri sudut perkembangannya
- Crescive institutions : yang juga disebut lembaga-lembaga paling primer merupakan lembaga-lembaga yang secara tidak sengaja tumbuh dari adapt istiadat masyarakat
Contoh : hak milik, perkawinan,dll
-Enacted institutions : dengan sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya lembaga utang-piutang, yang berakar pada kebisaan-kebiasaan masyarakat. Pengalaman melaksanakan kebiasaan-kebiasaan tersebut kemudian disistematisasi dan diatur untuk kemudian dituangkan ke dalam lembaga-lembga yang disahkan oleh Negara.

2. Ditinjau dari sudut sistem nilai-nilai yang diterima masyarkat
- Basic institutions : dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Dalam masyarakat Indonesia, contoh : keluarga, sekolah, dll.
-Subsidiary institutions : yang dianggap kurang penting, contohnya kegiatan-kegiatan rekreasi. Ukuran yang dipakai untuk menentukan suatu lembaga kemasyaraktan dinggap basic atau subsidiary berbeda-beda.

3. Ditinjau dari sudut penerimaan masyarakat
- Approved atau social sanctioned institutions : merupakan lembaga-lembag yang diterima masyarakat, contoh : sekolah, perusahaan dagang, dll.
- unsanctioned institutions : yang ditolak masyarakat, walau kadang-kadang masyarakat tidak berhasil memberantasnya, contoh : kelompok penjahat, pemeras, dll

4. Ditinjau dari factor penyebarannya
- General Institutions : Misalnya agama, karena dikenal hamper semua masyarakat dunia.
- Restricted Institutions : Misalnya Islam, Protestan, Katolik, Buddha, dan Hindu, karena dianut oleh masyarakat-masyarakat tertentu di dunia ini.

5. Ditinjau berdasarkan fungsinya
- Operative institutions : berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun pola-pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, contoh : lembaga industrialisasi.
- Regulative Institutions : bertujuan untuk mengawasi vadat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu sendiri. Contoh : Lembaga kejaksaan, pengadilan, dll

religion instruction assignment

Nafsu Ammara (jiwa yang menyuruh kita berbuat keburukan)
Sewaktu saya duduk di bangku SMA sama mempunyai masalah dengan teman saya, karena dia sebagai teman saya telah mengkhianati saya dengan mendekati pacar saya, sejak saat itu saya menjadi sangat marah terhadapnya dan hingga saat ini saya masih menyimpan dendam terhadapnya bahkan sampai berniat berbuat jahat terhadapnya.

Nafsu lawwama (jiwa yang sesal)
Saya mempunyai teman yang suka membohongi orang tuanya, misalnya ia ijin kepada orangtuanya mau belajar kelompok, padahal ia pergi nonton bioskop bersama pacarnya, hal itu sering sekali ia lakukan, tetapi sempat ia menyesalinya karena ia merasa sejak ia sering membohongi orang tuanya ia menjadi sering sekali mendapat musibah, lalu ia berubah, sudah tidak pernah, membohongi orngtuanya lagi, namun tidak lama berselang, karena jiwa mudanya masih sangat kuat, ia kembali membohongi orangtuanya.

Nafsu Mulhama (jiwa yang telah terinspirasi)
Adik sepupu saya adalah orang yang sangat egois, dan ia pun menyadari bahwa itulah kelemahannya, selalu memikirkan dirinya sendiri, namun lambat laun ia berubah, karena ia mendengarkan suara hatinya yng berkata bahwa sebagai makhluk sosial yng tidak dapat hidup sendiri, ia harus pula memikirkan orang lain. Karena ia mengikuti suara hatinya tersebut, sekrang lambt laun ia sudah berubah menjadi lebih baik

Nafsu Mutma’inna (jiwa yang tenang)
Saya mempunyai seorang tman, namanya Dana. Ia orang sangat baik, sekalipun belum pernah saya melihat ia berbuat jahat, ia selalu berbuat jahat kepada semua orang, termasuk kepada orang yang tidak ia kenal. Ia pun sangat religius, dia bukan seorang muslim, melainkan nasrani, tetapi ia sangat rajin beribadah, setiap minggu tidak pernah lupa pergi ke gereja.



Nafsu Radiyya (jiwa yang bahagia atau senang)
Paman saya dibenci banyak orang, ada yang mengkritinya, tidk sedikit pula yang memfitnahnya. Tetapi respon darinya adalah menjalankan kritik dari orang lain dan menerima dengan lapang dada apabila di fitnah, yang ada dibenaknya hanyalah keridhoan dari Allah, karena ia membutuhkan Allah.

Nafsu Mardiyya (jiwa yng menyenangkan)
Seorang guru spiritual keluarga saya sudah menjalankan nafsu jenis ini yaitu nafsu Mardiyya. Yang mendominasi dalam dirinya adalah roh taqwa yaitu roh kebaikan. Dalam hidupnya ia hanya menyebarkan kebaikan kepada sesama.

Nafsu Saffiya (jiwa yang murni)
Seorang guru fisika say sewaktu saya duduk di bangku Sekola Menengah Pertama hidupnya sangat terinspirasi oleh Allah, sampai-sampai apa yang iya ajarkan mengenai ilmu fisika selalu dilengkapi dengan ilmu-ilmu agama. Ia pun sosok yang sangat sabar, namun tak jarang mengajarkan kami untuk lebih dekat dengan Tuhan. Tidak sekalipun saya pernah melihatnya marah. Ia juga sosok yang mencintai sesama makhluk tuhan.

desktop publishing assignment

Medita Isvandari

Mkt 11-3c

2007110661

FOREWORD

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan berkat dan rahmat-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar dan tepat waktu.

Makalah yang saya buat ini antara lain berisikan tentang profil dari perusahaan buatan saya, target market, latar belakang dibuatnya produk tersebut, tujuan didirikannya perusahaan tersebut, 4P analysis, SWOT analysis, filosofi logo perusahaan, alasan pemilihan warna, dan juga alasan pemilihan font.

Terimakasih kepada orang tua saya, sebagai fasilitator dari pengerjaan makalah ini, juga sebagai penyemangat saya untuk mengerjakan makalah ini, tidak lupa kepada Bapak Yusuf dan Bapak Doyan yang sudah membagi ilmu grafis design, sehingga saya dapat membuat logo dari produk saya dan kepada pihak-pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.


COMPANY’S PROFILE

• Nama Perusahaan : PT. Baloon Warna Warni
• Jenis Perusahaan : Jasa penitipan dan perawatan bayi dan balita
• Nama produk / Jasa : Baloon
• Jenis produk / Jasa : Jasa penitipan dan perawatan bayi dan balita


TARGET MARKET

• Gender : Wanita dan Pria
• Age : 22-40 tahun
• Sosial status : Grade A dan B
• Occupation : Manager, CEO, Staff, Artist, etc
• Lyfestyle : Orang-orang dengan jadwal waktu amat padat

BACKGROUND

Latar belakang didirikannya BALOON baby and kids day care adalah karena jarang atau bahkan tidak ada baby and kids day care lain yang bekerja sama dengan dokter anak, psychog anak, dan juga ahli gizi secara berkesinambungan. Maka saya mempunai ide untuk mendirikan BALOON baby and kids day care.

OBEJECTIVE

Tujuan didirikannya baloon baby and kids day care adalah untuk memenuhi kebutuhan para ibu dan bapak yang mempunyai bayi ataupun balita namun tidak punya waktu untuk untuk mengurusnya karena kesibukan kerja. Baloon bukan hanya tempat penitipan anak, tetapi baloon juga merawat dan mendidik buah hati anda.

MARKETING MIX

Product :
BALOON baby day care adalah suatu product jasa penitipan dan perawatan bayi dan anak yang ditujukan untuk para orang tua yang sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga tidak mempunyai cukup waktu untuk merawat anak mereka.

Price :
Biaya yang dipatok baloon agak diatas dibandingkan ‘baby and kids day care’ lainnya. Untuk satu hari penitipan dan perawatan biayanya hanya Rp 250.000,00 per bayi, sudah termasuk makanan, popok, dan kebutuhan lainya.

Place :
Lokasi yang saya pilih pun sangat strategis, dekat dengan kawasan perkantoran, yang akan memudahkan para orang tua saat menitipkan dan mengambil lagi anaknya.

Promotion :
Saya melakukan promosi dengan beberapa cara, yaitu : flyer, billboard, spanduk, dll. Flyer dibagikan ke perkantoran-perkantoran yang dekat dengan cabang-cabang BALOON. Sedangkan billboard dan spanduk dipasang di beberapa jalan besar yang tidak jauh dari caang-cabang kami.

SWOT ANALYSIS

Strenght :
Kekuatan yang dipunyai BALOON ada pada lokasi, seperti yang telah disebutkan di atas, lokasi BALOON dekat dengan kawasan perkantoran, yang memudahkan customer untuk menitipkan dan menjemput lagi buah hatinya. Kekuatan lain ada pada dokter, ahli gizi, dan juga psycolog. BALOON menyediakan dokter anak, apabila tiba-tiba bayi atau anak customer kami sakit. Makanan yang diberikan pada bayi dan anak yang dititipkan juga bukan makanan instan, ataupun makanan sembarangan karena BALOON selalu berkonsultasi dengan ahli gizi yang sangat terpercaya, dan dibuat dengan sangat menjaga kebersihannya. Psycolog handal juga selalu ada, yang akan sangat memahami mood dan emosi bayi dan anak.

Weakness :
Kelemahan BALOON ada pada harga, dibanding dengan ‘baby and kids day care’ lainnya tarif BALOON memang agak diatas, mengingat fasilitas yang kami tawarkan sangat lengkap, demi kenyamanan para bayi dan anak, karena bagi kami, kualitas adalah yang utama.

Opportunity :
Kesempatan yang dipunyai BALOON adalah memperbanyak lagi cabang-cabang BALOON, saat me’launching beberapa waktu lalu saya langsung meresmikan 3 cabang yang semuanya ada di Jakarta. Mengingat antusiasme dari masyarakat rencananya saya akan membuka beberapa cabang lagi di Jakarta, dan memulai membuka cabang di luar Jakarta.

Threat :
Ancaman yang menghadang BALOON adalah competitor yang makin menjamur, namun saya selalu menjaga kualitas jasa BALOON, yang akan membuat pelanggan tidak barpaling, dan juga akan mendatangkan customer-customer baru


COMPANY’S LOGO


PHILOSHOPHY’S LOGO

Sebelum saya menjelaskan tentang logo produk, saya akan menjelaskan tentang nama yang saya pilih. Saya memilih nama BALOON karena produk (jasa) saya adalah jasa penitipan bayi dan anak, dan anak-anak sangat suka dengan balon, jadi saya memilih nama BALOON. Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang logo yang saya buat. Saya membuat logo dengan tiga buah bulatan bertumpuk karena seperti yang kita tahu, bentuk balon adalah bulat, untuk menambah kesan lucu, saya menumpuknya menjadi tiga buah


COLOUR

Saya memilih warna pink, pastel green, dan light blue karena anak-anak identik dengan warna-warni yang cerah ceria. Alasan lain juga agar logonya terlihat eye cathcing.

FONT

Saya memilih font tersebut agar kesan dunia bayi dan balitanya semakin tampak jelas. Saya tambahkan warna putih pada font karena pada gambar bulatan bertumpuk sudah sangat ‘full colour’, jadi untuk menetralisir warna-warna tersebut, saya pilih warna putih untuk font.

KATA PENUTUP

Sebagai kesimpulan, produk saya ini adalah produk jasa penitipan dan perawatan anak yang ditujukan untuk para orang tua muda yang kesibukan kerjanya sangat padat hingga tidak sempat untuk merawat dan mengasuh anaknya.

Seluruh ide, gagasan, pembuatan logo, dan sebagainya saya kerjakan sendiri, yang terinspirasi dari fakta bahwa banyak sekali anak-anak yang dirawat oleh baby sitter ataupun pembantu rumah tangga yang dirawat dan dididik dengan cara yang kurang tepat. Bahkan ada juga beberapa kasus penculikan yang dilakukan oleh pengasuh anak.

Sekian makalah yang saya buat untuk memenuhi tugas desktop publishing. Mohon maaf apabila ada kekurangan ataupun kesalahan pada penulisan makalah ini. Semoga apa yang saya buat ini sesuai dengan apa yang bapak inginkan

management strategies assignment

1. Apa yang dimaksud dengan SBU (Strategic Business Unit)?
Divisi atau unit organisasi otonom yang memiliki market share dan konsumen yang sama dengan perusahaan induk namum memiliki kewenangan untuk menentukan visi, misi serta strategi pemasarannya sendiri sehingga dengan demikian dapat menjamin kinerja jangka panjangnya. SBU memiliki sifat yang fleksibel sehingga memungkinkan SBU untuk merespon dengan cepat perubahan situasi pasar dan ekonomi.

2. Sebutkan dan jelaskan 4 stages dalam corporate development!
• Entrepreneurial
Pada tahap 1, organisasi masih berada dalam ukuran kecil, dengan satu bisnis utama dan memiliki sumber daya yang terbatas, sehingga konsentrasi pada strategi tingkat perusahaan merupakan suatu keharusan. Strategi biasanya berfokus pada sumber daya dari satu aktivitas dalam rantai industry dan perlahan-lahan merubah alokasi dari sumber daya dari pengembangan produk ke pengembangan pasar ke penetrasi pasar. Struktur organisasi perusahaan hanya terdiri dari satu orang manajer yang mengawasi seluruh karyawan. Strategi dari perusahaan pada tahap ini berfokus pada pengembangan komponen dari kompetensi khusus dikehendaki.
• Specialization
Pada tahap 2, organisasi telah berkembang lebih besar, sehingga sekelompok manajer akan diperlukan untuk melaksanakan kegiatan utama dari bisnis. Perusahaan masih memiliki satu bisnis inti dan masih beroperasi pada satu tahap dalam rantai industry. Perusahaan masih menekankan pada strategi yang terkonsentrasi dengan didukung oleh struktur organisasi fungsional.
• Expansion
Pada tahap 3, perusahaan berusaha untuk mengembangkan inti bisnisnya dengan menambah product line-nya, memperluas market coverage-nya dan meningkatkan kegiatan dalam rantai industry. Strategi pada tingkat perusahaan mungkin bergeser pada salah satu strategi berikut ini: ekspansi geografis, integrasi secara horizontal ataupun integrasi secara vertical. Struktur organisasi perusahaan mulai berkembang berdasarkan pangsa pasar, lingkungan geografis ataupun product lines. Struktur organisasi yang sedemikian rupa mengharuskan adanya pemerataan kompetensi pada tingkat manajer dan karyawan pada seluruh divisi dalam organisasi.
• Product Market
Pada tahap 4, perusahaan mengembangakn beragam product lines dan jalur distribusi, menjual produk pada target market yang telah tersegmentasi dan perusahaan cenderung mulai mengembangkan unit usaha. Perusahaan mulai memberlakukan strategi difersivikasi bisnis, biasanya dengan cara meningkatkan teknologi, proses produksi atau dengan jalan meningkatkan kapasitas jalur distribusi di seluruh product lines. Pada tahap ini, perusahaan berusaha untuk meningkatkan kemampuannya di seluruh lini bisnis. Jika perusahaan berhasil dalam tahap ini, maka dapat dipastikan perusahaan tersebut akan sukses.

3. Jelaskan yang dimaksud dengan “designing job to implement decisions”!
Designing job merujuk pada usaha untuk menyesuaikan tugas-tugas individu agar tugas-tugas tersebut lebih relevan untuk perusahaan dan karyawan guna menjamin lancarnya proses implementasi strategi perusahaan.
Teknik-teknik yang biasa digunakan dalam designing job antara lain:
• Job enlargement
Menggabungkan beberapa tugas untuk memberikan pada karyawan lebih banyak tugas-tugas yang sama untuk dikerjakan.
• Job rotation
Merotasi karyawan pada berbagai posisi untuk memberikan variasi kerja.
• Job enrichment
Mengubah pekerjaan dengan cara memberikan lebih banyak otonomi dan control atas tugas pada karyawan.

CURRICULUM VITAE



CURRICULUM VITAE


Personal Data

Name : Medita Isvandari

Address : Jl. Kembang Sepatu B.140 Jatibening Permai Bekasi

Date of birth : 3 Juni 1989

Height/weight : 158cm / 47kg

Telephone : 08568261550 / 8478631

E-mail : medita_isvandari@live.com

Formal education

  • Graduated from SDN 03,kodam (Jakarta)
  • Graduated from SLTP negeri 109 (Jakarta)
  • Graduated from SMA negeri 71 (Jakarta)
  • Now in London School of Public Relation Jakarta

Informal Education

o English Course at LIA (2000-2007)

o Computer Course at Ummat Computer (2008)

Work Experience

o Temporer staff at Guess senayan city (Juli-Agustus 2008)

o Temporer staff at GAP Grand Indonesia (September-Januari 2009)

Interpersonal

  • Hard worker
  • Good communication
  • Can speak English well
  • Honest
  • Creative
  • Can work in group
  • Can work under pressure
  • Easy going