Analisis tentang Fenomena Aliran Sesat di Indonesia menurut Teori Talcott Parson
Teori Talcott Parson :
Tindakan sosial dipengaruhi oleh :
- Tujuan
- Situasi
- Motivasi
- Aturan
Fenomena Aliran Sesat dihubungkan dengan Teori Talcott Parson
Tujuan :
Tujuan mereka mendirikan ataupun menjadi jemaat aliran sesat adalah menginovasi sebuah agama, namun saja cara mereka salah, dan tidak sesuai dengan akidah agama.
Situasi :
Hal yang mendorong jemaat aliran sesat untuk menjadi pengikut adalah situasi lingkungan sekitar mereka yang sudah menjadi pengikut.
Misalnya :
Pak Soleh mendengar adanya aliran “Jamaat Tahta Suci Kerajaan Eden” karena letak Kerajaan Tuhan tidak jauh dari rumahnya, akhirnya Pak Soleh tertarik untuk menjadi pengikut. Tak lama berselang Pak Soleh mengajak tetangganya, Saudaranya, Istri dan anaknya, dan kerabat lainnya, selanjutnya kerabat-kerabat Pak Soleh mengajak lagi kerabat mereka, dan seterusnya, sehingga aliran tersebut terus berkembang semakin besar.
Motivasi :
Motivasi para pendiri aliran-aliran sesat yang marak bermunculan adalah mengambil kesempatan negative dengan berdaligh agama.
Contoh :
Kasus tarekat beraliran sesat di Lombok Barat, NTB. Dengan alasan ibadah, pimpinan tarekat boleh menggauli santriwatinya dengan seizing suaminya. Hal tersebut jelas bertentangan dengan ajaran agama. Sang pendiri hanya bermotivasi untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Aturan :
Pengikut aliran sesat mengikuti aliran tersebut karena ada aturan yang memaksanya. Seperti misalnya : Seorang ayah membuat aturan yang berisi “seluruh anggota keluarganya wajib mengikuti aliran agama yang dianut oleh sang ayah”. Secara otomatis, dan mau tidak mau, anaknya mengikuti.
Tuesday, October 6, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment